Strategi Menentukan Prestasi

Print Friendly, PDF & Email

Banyak di antara mahasiswa yang tidak tahu bagaimana mendapatkan nilai bagus dengan mudah. Padahal sudah banyak semester dan matakuliah dilahap mentah-mentah. Pasti ada yang salah jika nanti di akhir baru sadar bahwa IPK terpuruk dan susah diselamatkan. Sebelum akhirnya menyesal, Anda boleh memakai trik umum untuk membantu menambah nilai dan kemampuan mengikuti perkuliahan.

Strategi Nilai Matakuliah

Ikuti kuliah perdana, ini wajib. Setiap dosen pasti memberikan persentasi penilaian. Berapapun persentasinya, awal kunci utama adalah [1] usahakan mengumpulkan tugas selengkap-lengkapnya dan sebaik-baiknya dan [2] dapatkan nilai terbaik saat UTS. Misalkan persentase Tugas-UTS-UAS adalah 30-30-40, maka jika tugas dan UTS baik, niscaya 60% nilai sudah di tangan. Jika nanti UAS (dengan notabene materi yang lebih ‘advanced’) kurang maksimal, maka dengan nilai setengahnya Anda sudah sampai pada kisaran 80%, yang berarti A pada kebanyakan kasus penilaian.

Strategi Nilai Tugas

[3] Kerjakan tugas dengan serius. Banyak dari mahasiswa tidak menyadari akan pentingnya tugas untuk kepentingan diri sendiri. Selain mengasah kemampuan akademis, tugas-tugas yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh biasanya dapat memudahkan pemahaman materi kuliah berikutnya, yang artinya lebih mudah untuk menyelesaikan soal-soal di UTS bahkan di UAS nanti. Jika memang susah, jangan menyontek mentah-mentah, munculkan rasa penasaran Anda hingga Anda tahu bagaimana cara menyelesaikan tugas atau soal tersebut. [4] Manfaatkan teman dekat Anda untuk diskusi atau menyelesaikan tugas dan soal secara bareng-bareng, hitung-hitung biar tambah kompak silaturahminya.

Strategi Belajar

Belajar itu yang penting asyik. Jika materi kuliah tampak terlalu ‘antah-berantah’, yang pertama harus dilakukan adalah [5] melihat Daftar Isi. Ini paling penting dalam hal belajar, jika itu dari buku. Jika materi belajar merupakan catatan kuliah yang bejibun, [6] gunakanlah Silabus Matakuliah. Belajar yang benar adalah mengetahui posisi materi. Lebih-lebih jika mampu membuat mindmap dari apa yang sudah/belum dipelajari. Dengan mengetahui letak materi belajar, sedikit banyak akan memunculkan rasa penasaran, yang membuat belajar ‘sedikit’ lebih asyik dari sebelumnya.

Belajar cukup 5 menit! Ya, [7] jadwalkan belajarmu 5 menit saja, tapi setiap hari. Yang penting [8] menyentuh buku itu sudah cukup. Syukur-syukur dibuka dan dibaca. nanti 5 menitnya akan molor sendiri. Rajin pangkal pandai katanya, tetapi lebih tepatnya ‘tekun’ pangkal pandai.

Ingat, salah satu ciri orang bertaubat adalah haus akan ilmu. Pelajari apapun itu meskipun bukan dari duniamu.